Pemulihan 40 Ribu Hektare Sawah Terdampak Banjir di Aceh Dikebut
Pemerintah Percepat Pemulihan Lahan Pertanian
Pemerintah Aceh terus mempercepat pemulihan lahan persawahan yang mengalami kerusakan akibat banjir pada akhir 2025. Sekitar 40.000 hektare sawah produktif dilaporkan terdampak dan menjadi sasaran program rehabilitasi.
Berdasarkan pemberitaan Acehtrend pada 6 November 2026, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp511 miliar melalui Kementerian Pertanian untuk memperbaiki persawahan dan jaringan irigasi yang terdampak.
Realisasi Perbaikan Mencapai 73 Persen
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia, menyampaikan bahwa realisasi penyerapan anggaran rehabilitasi telah mencapai 73 persen hingga 3 November 2026.
Dari total sekitar 40.000 hektare sawah yang rusak, sekitar 8.000 hektare telah selesai diperbaiki dan kembali dapat ditanami sejak Juni 2026. Sebagian lahan tersebut bahkan telah menghasilkan panen pada Oktober 2026.
Target Pemulihan Hingga Akhir Tahun
Pemerintah Aceh menargetkan seluruh areal persawahan yang terdampak dapat kembali ditanami pada akhir Desember 2026. Jika target tersebut tercapai, produksi gabah Aceh pada 2027 diproyeksikan meningkat hingga 1,7 juta ton.
Pemulihan lahan diharapkan dapat membantu petani kembali beraktivitas dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sumber: Acehtrend, 6 November 2026.